Gue baru aja disuruh guru sekligus wali kelas gue untuk membuat cerpen untuk mading sekolah. Ini sedikit hal baru buat gue, bukan hal baru karena membuat cerpen, tapi hal barunya adalah cerpen yang kali ini bertemakan 'Lingkungan' Sedikit sulit, tapi alhasil gue bisa ngerjakannya. Syukur guru gue bilang cerpennya gak perlu panjang- panjang. Di sini gue bakalan menshare cerpen gue. Happu Reading and Enjoy!
Bel sekolah pun
berbunyi menandakan pelajaran Bahasa Indonesia hari ini telah selesai. Mungkin
hampir semua murid menantikan bunyinya. Teman- temanku terbiasa memanggilku
Vira. Aku sudah terbiasa pulang sekolah berjalan kaki. Entah sejak kapan
keringatku terus bercucuran dengan deras. Teriknya matahari membuatku semakin
ingin cepat- cepat pulang.
“Assalamu’alaikum, Ma,
aku pulang,” ucapku sesampainya di rumah, sambil membuka pintu.“Wa’alaikum
salam,” jawab mamaku. Aku pun langsung ke kamarku mengganti baju lalu pergi ke
dapur. Mataku langsung tertuju pada sebuah benda berbentuk balok. Bagi orang
lain mungkin itu hanyalah kulkas biasa yang berisi air es. Tetapi bagiku itu
adalah kotak harta karun yang berisi ribuan emas untuk situasi seperti ini.
Mama
pun datang menghampiriku. “Selesai minum air es, itu muka sejuk banget,” ucap
mamaku. “Pasti dong. Oh iya ma, kenapa ya semakin hari dunia ini semakin
panas?” tanyaku pada mama. “Mama yakin kamu pasti juga tahukan. Di pinggir
jalan jarang sekali ada pepohonan. Gedung- gedung besar biasanya menggunakan
bahan kaca. Hal itu menimbulkan efek rumah kaca. Rumah- rumah juga telah banyak
yang memakai AC. Kamar kamukan juga memakai AC. Semua itu menyebabkan dunia
semakin panas,” ucap mama menjelaskan padaku. “Lantas, mengapa semua itu
menyebabkan dunia semakin panas?” tanyaku lagi. “Tentunya itu semua itu
menyebabkan dunia semakin panas. Dunia ini semakin sesak dengan manusia tetapi
pohon- pohon semakin sedikit. Sedangkan manusia memerlukan oksigen dari pohon
tersebut. Hal ini sangat tidak seimbang. Gedung- gedung yang menggunakan bahan
kaca menerima cahaya matahari, tetapi cahayanya terperangkap di dalam gedung
dan tidak dapat dipantulkan kembali ke alam. Rumah- rumah yang menggunakan AC
memang merasakan dingin tetapi alam merasakan panas. Kalau alam semakin panas
maka gunung- gunung es akan mencair. Bayangkan saja kalau es di kutub utara
mencair, tentunya kita akan tertelan oleh air,” ucap mama yang benar- benar
menjelaskan panjang lebar. “Mama benar- benar hebat. Tahu semuanya. Bangga deh
sama mama,” ucapku pada mama. “Pastinya dong,” ucap mama dengan bangganya.
Keesokan
harinya ketika sampai di sekolah. Aku melihat Dina yang terlihat bingung
memandangi buku di mejanya. “Pagi Din. Perasaanku aja, atau kamu emang lagi
kayak orang bingung,” ucapku pada Dina. “Pagi juga Ra. Iya nih aku lagi bingung.
Pabrik- pabrik kertas menebang pohon, kemudian mereka menjadikannya kertas.
Kertas- kertas itu dijadikan buku. Kemudian sampul buku tersebut bertuliskan
‘Jangan Tebang Pohon dan Sayangi Alam’ bukannya itu sama aja dengan omong
kosong?” ucap Dina. “Benar juga sih. Tapi bukannya kita juga membutuhkan semua
buku itu? Jika tidak ada kertas, bagai mana nasib kita sebagai pelajar? Lalu
dengan apa kita akan mencatat semua yang disampaikan guru. Kita tidak bisa
memandangnya dari satu sisi. Mereka melakukannya karena memang kita
memerlukannya. Mereka juga tentunya akan melakukan reboisasi setelah menebang
pohon,” ucapku pada Dina. Dina pun terdiam dan berkata, “Semua yang kau katakan
itu benar. Aku sekarang sadar. Memang seharusnya aku tidak asal menuduh saja.
Terima kasih ya Ra udah menyadarkanku.” “Iya Din. Sama-sama,” jawab ku padanya.
Tiba-tiba saja Reno datang dengan hebohnya. “Hey Kalian berdua tahu kan lahan
lebar di belakang sekolah kita?” tanya Reno. “Tahu dong. Memangnya kenapa?”
ucapku. “Kabarnya sih lahan itu akan dijadikan Cafe dan perpustakan terbuka. Free
wifi lagi. Keren gak tuh? Kalau enggak salah akan buka minggu depan” ucap Reno.
“Kamu serius? Bukannya tempat itu jarang didatangi?” tanyaku padanya. “Ya
seriuslah. Kita lihat aja nanti, tempat itu bakalan tetap sepi atau enggak. Aku
Cuma pengen ngomongin itu kok. Dah” ucap Reno dan belalu meninggalkan kami.
Seminggu
kemudian cafe dan perpustakaan yang dibilang Reno itu ternyata benar-benar
telah dibuka. Padahal aku hanya iseng lewat sini. Tempat itu benar- benar
ramai, benar-benar berbeda saat tempat itu belum dibangun. Semua orang sibuk
dengan gadged mereka. Mungkin mereka memanfaatkan free wifi yang tersedia
disana. “Mungkin jika pohon-pohon menghasilkan wifi, aku yakin mereka akan
mulai menanam dan menyayangi pohon. Tapi sayangnya pohon hanya menghasilkan
oksigen,” gumamku. Beginilah pikiran manusia saat ini, pikirku lagi.
Aku
benar- benar tak menyangka sebulan setelah kejadian itu daerah kami dilanda
hujan deras terus- menerus selama tiga hari. Sekolah kami pun juga libur. Hujan
terus menerus menyebabkan daerah kami dilanda banjir besar. Sampah-sampah
mengapung dan anak- anak diberikan pelampung. Keadaan disini benar- benar
menyedihkan. Syukur hal itu tidak
berlangsung lama. Banjir pun mulai surut secara berangsur. Kami sekeluarga dan
semua orang sibuk membersihkan rumah mereka dari sampah sampah yang terbawa
arus. Tak lama kemudian kami pun sudah mulai masuk sekolah. Kabar yang kudengar
juga bangunan baru belakang sekolah telah digusur karena bangunan itu diduga
telah mengurangi daerah resapan air di kota kami. Pemerintah mulai menanami
tempat itu dengan bibit- bibit pohon. Pinggir jalan juga telah ditanami bibit
pohon. Aku rasa pemerintah dan orang- orang telah sadar setelah ditegur oleh
alam.
Beberapa
tahun kemudian, hatiku amat teramat senang. Karena mulai adanya kesadaran orang
– orang terhadap lingkungan dan pemandangan hijau di mata benar-benar menyejukkan
hati. Semoga ini semua bukan kebahagiaan
sesaat.
Itu dia guys cerpen gue. terima kasih sudah membaca cerpen gue. Like dan Komen kalian sangat dibutuhkan. See you next time guys!
Wah bagus blog yg satu ini apa lg isi nya Lingkungan...Sekali lg Salut deh sama cewek yg buat blog ini..
ReplyDeleteMakasih sudah baca dan makasih juga pujiannya ^^ Pantengen terus yak ^^
DeleteIya sama"
ReplyDeleteBagus nih blog.
ReplyDeleteLebih bagus lagi kalau ngunjungin blog gua..
grahanapitupulu@yahoo.blogspot.com
bagus banget, suka sama pembawaan cerita kamu yang ringan. Love it.
ReplyDeletesorry baru lihat comant kamu, btw, thanks Beky
Delete